Banguna Vila Isola saat ini terletak di Jalan Setiabudi 229, Kota Bandung, Jawa Barat. Tepatnya berada dalam kompleks Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) di tepi jalan raya menuju Lembang.

1.

Mungkin nama Vila Isola saat ini tidak banyak yang mengenalnya, karena sudah diganti dengan Bumi Siliwangi yang sekarang menjadi gedung rektorat Kampus UPI (dulu dikenal dengan IKIP Bandung). Namun, bentuk bangunan Vila Isola mudah dikenali dengan gaya arsitektur art deco dan dikelilingi dua taman yang rindang, yakni taman Partere dan taman Barrety.

Vila yang didesain oleh arsitektur legendaris zaman kolonial Belanda, Charles Prosper Wolff Schoemaker, banyak menyimpan kisah misteri. Salah satunya, proses pembangunan yang menggunakan jasa biro arsitektur AIA di Batavia ini cukup cepat, mulai Oktober 1932 hingga Maret 1933 atau sekitar 5 bulan. Tak kurang sekitar 700 pekerja dikerahkan untuk membangun vila yang anggun seluas 12.000 meter persegi berikut taman 6,3 hektare berdiri di lahan 7,5 hektare di tengah persawahan dan tanah kosong yang luas. 

Apalagi sang pemilik bangunan, Dominique Willem Berretty, sanggup mengeluarkan uang 500.000-600.000 gulden (saat ini sekitar Rp250-350 miliar) untuk membangun Vila Isola. Padahal ketika awal tahun 30-an seluruh dunia mengalami krisis ekonomi global. Dari mana Berretty, raja media yang nyentrik ini mendapatkan uang sebanyak itu? 

Berretty yang berdarah campuran Jawa-Italia dan lahir di Yogyakarta pada 20 November 1890, menjadi sosok terkenal setelah mendirikan agen press Algemeen Nieuws en Telegraaf Agentschap (ANETA) di Batavia. Mungkin dari sini Berretty mendapatkan uang cukup banyak dan kaya raya karena ANETA sejak didirikan pada 1 April 1917 memonopoli pengadaan berita tentang Hindia Belanda. Apalagi Berretty yang sejak muda sempat bekerja di surat kabar Java Bode dan membangun usaha jasa telegraf dikenal ambisius. 

Banyak pihak yang kurang suka dengan Berretty yang memiliki kekayaan besar dan gaya hidup mewah. Banyak jurnalis dan politisi tidak senang dengan monopoli yang dilakukannya, termasuk Gubernur Jenderal Jonkheer Bonifacius Cornelis de Jonge (1875-1958).

Melihat keadaan keuangan Berretty, banyak pihak menduga kemungkinan uang yang dipakai mendirikan vila ini berasal dari hasil usaha yang tidak sah. Dugaan ini muncul dari sikap agresif Jepang yang giat membangun kekuatan dan mulai menunjukkan kecenderungan untuk melakukan penjajahan pada tahun 30-an. 

Monopoli yang dilakukan Berretty dalam hubungan telegraf dan cara komunikasi lain antara Jawa dan Jepang membuat, dia menjadi mata rantai yang penting bagi dinas rahasia Jepang. Diduga dari kegiatan ini Berretty bisa mendapatkan uang yang banyak. Tuduhan ini tak mendasar dan belum bisa dibuktikan.

Setelah selesai dibangun, Vila Isola menjadi tempat favorit Berretty beristirahat dan menghindar dari hiruk pikuk kehidupan. Maklum, dikisahkan, kehidupan Berretty yang glamor dan mewah dipenuhi intrik politik dan gosip. Kemewahan gaya hidup Berretty tergambar dari dua mobil mewah miliknya untuk beraktivitas, yaitu Mercedes dan Aston Martin.

Kehidupan mewahnya membawa dia hidup dalam banyak intrik dengan pemerintahan Hindia Belanda. Apalagi Berretty dikenal dekat dengan pemerintah Hindia Belanda dan medianya pun disinyalir sering menjadi corong pemerintah Belanda. Uniknya, dia pun memiliki kedekatan khusus dengan pemerintah Jepang, sehingga membuat geram pemerintah Belanda. 

Soal kehidupan pribadinya pun tidak kalah menariknya dan banyak memunculkan gosip. Berretty pernah menikah 6 kali dan membuat 2 wanita hamil dan melahirkan 3 anak. Bahkan, sebelum 1934 dia menjalin asmara dengan seorang putri Gubernur Jenderal BC de Jonge, sehingga membuatnya berang dan memutuskan untuk menghabisinya. Sang Gubernur Jenderal menganggap Berretty berbahaya bagi kehidupan pribadi dan politiknya.

Tidak heran jika Vila Isola yang tenang dan damai dijadikan semacam tempat untuk berdiam diri oleh Berretty. Di bagian dalam vila tertulis “M’ Isolo E Vivo” yang artinya kurang lebih: Menyendiri untuk Bertahan Hidup. Nama Vila Isola yang disematkan untuk vila ini juga berarti Vila Terpencil.



YOUR REACTION?